Selasa, 15 Mac 2011

Bala bencana adalah PeringatanNYA..

Dari berbagai rangkaian musibah, ujian dan bala bencana yang menimpa manusia, khususnya negeri ini, adalah karena perbuatan maksiat dan dosa mereka kepada Allah Swt dan RasulNya dalam merespon dakwah para Nabi dan Rasul-rasul Allah Swt. Selain itu mereka juga mendustakan ayat-ayat Allah, mengkufuri nikmat-nikmatNya dan menukarkan kenikmatan itu dengan kekafiran, serta para penguasa dan pembesar-pembesarnya menukar hukum Allah dengan hukum jahiliyah dan kecenderungan masyarakat memilih serta mengikuti tradisi nenek moyang dengan ajaran sesatnya yang bertolak belakang dari hidayah dan Sunnah Rasulullah Saw.

Al Qur’an menjelaskan, membenarkan hal tersebut, Allah Swt berfirman:
“Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS. Al Qhashash, 28 : 59)
FirmanNya lagi:
“Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Hud : 117)
FirmanNya lagi:
“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nisaa : 147)
FirmanNya lagi:
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al Isra, 17 : 16)
FirmanNya lagi:
“Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).” (QS. Al Isra, 17 : 58)
FirmanNya lagi:
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kamu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari dosa-dosamu.” (QS. As Syura, 42 : 30)
FirmanNya lagi:
“Dan Allah Telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; Karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” (QS. An-Nahl, 16 : 112)
FirmanNya lagi:
“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? Yaitu neraka Jahannam; mereka masuk kedalamnya; dan Itulah seburuk-buruk tempat kediaman.” (QS. Ibrahim, 14 : 28-29)

Perkara Mendatangkan Musibah & Bala Bencana.
Dari Ali bin Abi Thalib Ra berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Apabila umatku telah melakukan lima belas perkara, maka halal baginya (layaklah) ditimpakan kepada mereka bencana.” Ditanyakan, apakah lima belas perkara itu wahai Rasulullah?
Rasulullah Saw bersabda: “Apabila…
  1. Harta rampasan perang (maghnam) dianggap sebagai milik pribadi,
  2. Amanah (barang amanah) dijadikan sebagai harta rampasan,
  3. Zakat dianggap sebagai cukai (denda),
  4. Suami menjadi budak istrinya (sampai dia),
  5. Mendurhakai ibunya,
  6. Mengutamakan sahabatnya (sampai dia),
  7. Berbuat zalim kepada ayahnya,
  8. Terjadi kebisingan (suara kuat) dan keributan di dalam masjid (yang bertentangan dengan syari’ah),
  9. Orang-orang hina, rendah, dan bejat moralnya menjadi pemimpin umat (masyarakat),
  10. Seseorang dihormati karena semata-mata takut dengan kejahatannya,
  11. Minuman keras (khamar) tersebar merata dan menjadi kebiasaan,
  12. Laki-laki telah memakai pakaian sutera,
  13. Penyanyi dan penari wanita bermunculan dan dianjurkan,
  14. Alat-alat musik merajalela dan menjadi kebanggaan atau kesukaan,
  15. Generasi akhir umat ini mencela dan mencerca generasi pendahulunya;
Apabila telah berlaku perkara-perkara tersebut, maka tunggulah datangnya malapetaka berupa; taufan merah (kebakaran), tenggelamnya bumi dan apa yang diatasnya ke dalam bumi (gempa bumi dan tananh longsor), dan perubahan-perubahan atau penjelmaan-penjelmaan dari satu bentuk kepada bentuk yang lain.” (HR. Tirmidzi, 2136)
Itulah perkara-perkara yang menyebabkan suatu negeri mengalami kekacauan, kehancuran, kesempitan, kemelaratan, perseteruan, dan perpecahan satu sama lainnya, antara rakyat dengan rakyat dan rakyat dengan penguasa. Korupsi dan ketidakadilan merajalela, segala macam penyakit bermunculan menimpa manusia, yang benar-benar menyulitkan dan membinasakan kehidupan manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Oleh sebab itulah, Rasulullah Saw berdoa agar sahabat-sahabatnya tidak menjumpai keadaan yang demikian dahsyat dan terpuruknya. Dari semua perkara yang menyebabkan datangnya siksa dan azab itu. Insya Allah akan berakhir jika manusia dan kaum Muslimin khususnya kembali kepada Allah dan Rasul Nya, berpegang teguh kepada Dinullah (Islam yang sebenar-benarnya, menurut Al Qur’an dan As Sunnah) mengikut petunjuk Rasulnya.
Sebagai penutup, renungkanlah firman Allah Swt berikut serbagai introfeksi kita semua:

”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri Beriman dan Bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’raf, 7: 96)
dan pada ketika bala Itu datang Kapada Siapa untuk kita MeMohon PerTolOnGan..?
Wallahu’alam bis showab

Rabu, 9 Februari 2011

Kebahagiaan & Ketenangan ada di mana2..

Orang kata, kalau ikut Islam boleh tenang, bahagia. Dan kita, hari-hari bersembahyang. Namun ketenangan dan kebahagiaan yang dicari-cari, tetap tak kunjung tiba. Mengapa??
 
Kiranya bahagia itu tidak dapat diukur dengan mata kasar, kerana pandangan mata selalunya menipu. Masakan melihat seorang wanita dengan lengan yang bersusun dengan gelang permata kita sudah boleh mengatakan dia bahagia...

Namun..... bahagia dapat dirasa di hati, boleh dikesan pada wajah. Sebaliknya jika tiada, hati boleh merasa dan tak mungkin ditipunya. Kadang-kadang, pada lahirnya sesebuah keluarga itu sudah nampak aman damai. Namun, hakikatnya hati para penghuninya masih tak bahagia. Mengapa? Rasa-rasa masih ada lagi yang kurang...

Ketenangan adalah anugerah Allah kepada hamba-hambaNYA yang beriman dan bertaqwa.
Mereka yang mendapat ketenangan seperti mendapat syurga yang disegerakan (Al-Jannatul Ajilah) sebelum mendapat syurga yang kekal abadi di akhirat. Mereka yang telah menikmatinya tidak akan terpengaruh dengan suasana untuk mendapat tenang dan bahagia.

Justeru setiap apa yang dilakukan di atas muka bumi ini, bukan untuk mengejar bahagia. Tapi atas rasa dirinya sebagai hamba yang perlu mentaati perintah dan menjauhi larangan Tuhan, demi mendapatkan keredhaanNYA. Dalam berseorangan pun mereka rasa bahagia, apatah lagi ketika ramai. Sewaktu susah dan kesempitan pun mereka rasa bahagia, apalagi di kala senang dan lapang. Keredhaan Allah cukup besar maknanya bagi mereka.

Namun, tidak semestinya pula mereka miskin, jika dalam kaya itu ada keredhaan Allah. Dan tidak semestinya mereka susah kalau dalam senang dan lapang itu terdapat kecintaanNYA. Islam adalah cara hidup mereka dan kebahagiaan mereka. Islam dijadikan pegangan bukan kerana mahukan kebahagiaan, sebagai kebebasan, untuk lari dari masalah. Kerana orang yang ikut Islam kerana hendakkan bahagia, bila gagal menemui ketenangan dan kebahagiaan setelah Islam diamalkan, tak mustahil mereka akan berpaling kepada cara hidup yang lain.

Mereka yang bahagia dengan Islam adalah mereka yang mengatur seluruh aspek kehidupan secara Islam kerana merasakan dirinya adalah hamba yang perlu patuh pada PENCIPTANYA dan Islam itu tidak sekali-kali dijadikan sebagai alat untuk mendapatkan keindahan dan kebahagiaan sementara. Indahnya Islam bagi mereka kerana ia merupakan syariat Allah yang sangat syumul dan praktikal.

Bahkan untuk mendapatkan keredhaan Allah, ada antara mereka yang diuji dengan kehilangan orang yang tersayang dan kehilangan kebahagiaan dalam keluarga. Tetapi, mereka masih dapat merasa tenang kerana merasakan segala yang datang itu, hakikatnya adalah dari Allah jua. Sebagai hamba, tidak selayaknya dipersoalkan ketetapan Allah yang tentunya mempunyai maksud di sebaliknya.

Seperti Siti Asiah isteri Firaun, rela diseksa oleh suaminya lantaran mempertahankan iman yang berharga. Begitu pula Nasibah yang bersungguh-sungguh melepaskan suami dan anak-anaknya yang masih muda ke medan perang, dan Ummu Habibah, isteri baginda Rasulullah yang sanggup berpisah dengan bekas suaminya yang kembali kepada kekufuran, kerana mahu mempertahankan iman.
Kerana cinta dan redha Allah itu adalah segala-galanya, hingga berkata Rabiatul Adawiyah; "...Jika di dalam Neraka itu ada redha-MU, campakkanlah aku ke dalamnya."

Ketenangan akan datang dalam diri bilamana dapat dirasakan, segala yang datang itu hakikatnya dari Allah jua.Wallahualam..

Isnin, 24 Januari 2011

Kerana Marah..

Ada suatu kisah seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, dengan hikmah ayahnya memberikan sekantong paku  dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.

Hari pertama anak itu telah melakukan 32 paku ke pagar setiap kali dia marah. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memaku paku ke pagar.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.

Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahukan ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya.

Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar.
“Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya”

“Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu dan perbuatanmu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain”

AMARAH adalah suatu FITRAH yang ada dalam diri manusia
Tetapi bila kita TIDAK  meLUAPkannya...
Maka itu adalah lebih UTAMA...
Karena luapan kemarahan hanya akan MENYAKITI orang lain yang akan 'terus MEMBEKAS'
Dan menjadi 'PENYESALAN' diri kita...
  
”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surgayang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yangbertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya danmema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran : 133-134)

 Seorang lelaki datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam,
“Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka”. Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan”   (HR. Thobrani, Shohih)

Ijazah Tamat Silat cekak hanafi

Alhamdulillah pada 23 Jan 2011 telah selamat di adakan majlis ijazah tamat p'silatan cekak ustz hanafi & bicara guru bgi kelas awam negeri perak oleh Guru Utama YM Sheikh Haji Md Radzi Bin Ustaz Haji Hanafi di surau An Nur felda lasah sg. siput. Setelah skian lama akhir dpt tamat jga dari ijazah ptama taun 2004 aku masuk waktu di ipt baru sekarng dpt tamat ekoran dengan kerja  & on off trun latihan bila ad wktu free.,jika di bandingkan dengan shbt2 yg laen yg amik masa setahun shja utk tamat..Ape pun xkisah bgiku,niatku tuk bljr.,msih jauh lgi..ini adalah permulaan bgi kami utk memahirkan buah2 y di pelajari, byk lgi buah2 y msih ingat2 lupa he..& byk lgi buah y akn di pelajari. Apa y di perolehi dari silat ini bukan skadar ilmu mmpertahankan diri tetapi utk membentuk sahsiah,jati diri seorng muslim,displin dan hormat kepada ibu bapa dan guru.
 Dalam bicara guru Ym sheikh md radzi (abg mad) myentuh keyakinan & pharapan hy kepada Allah Yg Maha Esa serta memperjelaskan isu mngenai masalah silat cekak ini yang kita sedia maklum terdapat 2 seni silat cekak ustaz hanafi y namaye sama..,(ada 2 guru utama). Ahli2 perlu jelas & faham tentang Mamdat perguruan serta meneliti shalusy thadap isu y berlaku..terdapat pelbagai konspirasi y di lakukan utk mjatuhkan Guru Utama, cdey mdgr silat sama silat..tp itu la y berlaku krna kuasa,drjat n ego. Tetapi yakin lah selagi kita di pihak y benar Allah bersama kita - InsyaAllah...

Sabtu, 1 Januari 2011

Belang vs Garuda

Alhamdulillah..Tahniah buat skuad bola kbgsaan krn telah berjaya dlm Aff Suzuki Cup 2010.,merupakan kali pertama malaysia menjuarai semejak di ptandingkan sekaligus menutup tirai 2010 dengan jayanya. Terima Kasih jga pada bambang yg memastikan malaysia layak ke sparuh akhir dan akhir. Tujuan artikel ni di tulis adalah skdr berkongsi crite..ttg bola sepak..dan kritikan yg akhirnye terbukti/mkn dri sndri. Jika sbelum ini malaysia kalah dgn indon dlm klyakn pasukan sbnyak 5 gol berbalas 1..pelbagai kritikan y di dgr,cemuhan,malu dsb..ada jga dri pyokong indon bkn sume tmasuk media.,mpersenda.pkecilkn n mperli skuad kbgsaan bmcm2 trutama di FB..cdey jga. Tp itulah bola bulat & kekuasaNYA malaysia lyak ke akhir dan rematch kmbali serta dapat menutup mulut2 mrka..n akur yg pasukan kita mmg hbat dengan menunjukkan corak pemainan yg menarik di campur dgn jaringan bkelas dunia.Sume ini juga di bawah pencaturan oleh jurulatih kita sapa lagi klu bukan..Raja apa....Raja..gobal..:). Apa pun thniah sekali lagi buat skuad Kbgsaan yg menang Tanpa pemain IMPORT..totally tulen mlysia,jka dibnding dgn indon.

Jumaat, 10 Disember 2010

Siapakah...

Siapakah orang yang Sibuk ?
Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil berat akan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s


Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabbi Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.


Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.


Siapakah orang yang miskin?

Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada sentiasa menumpuk - numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan saujana mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak kerana telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari seksa neraka.

Siapakah org yg KEDEKUT ?
Orang yg kedekut ialah org yg membiar ilmu ini dan tidak berkongsi pada orang lain.Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain...

Rabu, 3 November 2010

Sekufu Dalam Perkahwinan: Satu Perspektif

Apa Itu Sekufu ?
Sekufu ialah persamaan di antara calon suami dan isteri daripada beberapa sudut:

1. Beragama dan baik. Maksudnya lelaki fasik tidak sekufu dengan perempuan solehah.

Dalam masalah ini, syara’ menganjurkan supaya mencari pasangan yang sekufu dari sudut beragama dan baik akhlak budi bicara.

“Bagaimana pula seseorang berkahwin kerana mahu berdakwah dan mendidik pasangannya?”

Sekiranya seorang lelaki yang kuat agama, alim dan tsiqah perilakunya mahu menjadikan seorang perempuan yang cetek agama bertujuan untuk mendidik. Ianya tidak menjadi kesalahan besar. Alhamdulillah jikalau itu matlamat dan niatnya. Tetapi seandainya perempuan yang baik dan beriman mahu berkahwin dengan lelaki fasik atas dasar kerana mahu mendidik lelaki itu, Adalah tidak digalakkan.

“Kenapa?” Muncul persoalan.

“Bukankah lelaki itu pemimpin wanita? Wanita itu sifatnya lemah lembut? Cuba lihat sejauh mana seorang perempuan mampu mengubah seorang lelaki dengan sifat keegoannya yang tinggi? Mampukah?…”

“Saya bimbang perempuan yang solehah pada asalnya, solat menjadi tiang hidupnya, puasa menjadi makanan jiwanya, Quran menjadi penawar hatinya, hijab menjadi pakaiannya akan lenyap, terhakis lalu tenggelam ditengah-tengah perilaku si suami fasik..”

Sabda Baginda Rasulullah SAW:

Telah bersabda Rasulullah SAW: “Apabila datang akan sekalian kamu orang yang kamu sukai agamanya dan perangainya maka nikahkanlah olehmu akan dia jika tidak lakukan nescaya jadi fitnah dibumi dan kebinasaan,” kata mereka itu: “Ya Rasulullah dan jika ada padanya sekalipun (sudah b'khwin)?” Sabda Rasulullah SAW: “Apabila datang akan sekalian kamu orang yang kamu sekalian sukai agamanya dan perangainya maka nikahkan akan dia, tiga kali.”

2. Pekerjaan. Lelaki yang mempunyai kerja yang rendah seperti tukang sapu, tukang kebun, pencuci tandas tentulah tidak setaraf dengan anak perempuan Mufti, lelaki alim, Qadi dan tokoh korporat.

“Kalau begitu, nampak seperti wujud kasta dan darjat keturunan?”

Perlu difahami, bukanlah sekufu itu mahu membezakan darjat dan keturunan seseorang sehingga menganggap pekerjaan sedemikan rupa sebagai suatu pekerjaan yang hina dina. Akan tetapi sekufu adalah bertujuan memberi kelebihan dan kebebasan pihak wanita dan wali untuk memilih bakal menantunya.

3. Tidak mempunyai kecacatan yang boleh menyebabkan berlakunya fasakh dalam perkahwinan.

Contoh lelaki yang mempunyai penyakit Aids HIV, gila, sakit kusta atau sopak sudah tentu tidak sama ataupun setaraf dengan perempuan yang sihat. Selain mendapat malu, dibimbangi juga akan berlaku kemudharatan kepada wanita bilamana berkahwin dengan lelaki berpenyakit sebegitu.

Adakah sekufu antara syarat wajib?

Tidak, cuma dalam masalah sekufu ianya merupakan hak seorang perempuan dan hak walinya. Sekufu bukanlah antara syarat sah perkahwinan, ia hanya sebagai langkah mengelakkan wanita dan walinya menanggung malu ataupun berlaku kekeruhan rumah tangga kelak. Di antara tujuan sekufu ialah supaya pihak wanita tidak perlu mengubah kebiasaan hidup mereka.

Nabi Muhammad SAW meraikan hak sekufu sebagaimana sabda baginda dalam sebuah hadis bermaksud:

“Pilihlah bagi permata-permata kamu (anak-anak perempuan kamu) dan kahwinkanlah dengan yang sekufu dan kahwinkanlah mereka kepadanya.”(Riwayat Hakim: 2/163)

Oleh kerana ianya bukan menjadi syarat sah perkahwinan, maka pihak wanita dan wali boleh saja menggugurkan syarat ini mengikut pandangan sendiri. Dengan kata lain, sekiranya wanita dan pihak wali meredhai lelaki yang bakal berkahwin tanpa melihat syarat sekufu maka nikahnya adalah sah.

Wallahhua’lam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...